Banjarnegara – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) Andalusia Banjarnegara kembali menyelenggarakan Ujian Tasmi’ Qur’an sebagai bagian dari evaluasi capaian hafalan para santri semester genap tahun ajaran 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 Mei 2025, dan diikuti oleh seluruh santri kelas 7 dan 8.
Ujian tasmi’ ini merupakan bagian dari program tahfidz yang bertujuan mengukur ketepatan, kelancaran, dan konsistensi hafalan Al-Qur’an para santri. Dalam ujian ini, santri menyetorkan hafalan mereka secara langsung di hadapan para ustadz dan ustadzah pembimbing tanpa melihat mushaf.
“Tasmi’ bukan sekadar hafalan, ini tentang integritas spiritual dan komitmen menjaga Kalamullah,” ujar Ustadz Anwasy Mahfudz, Hafidz, Mudhir Ma’had Pondok Pesantrem Modern Tahfidzul Qur’an Andalusia Banjarnegara
Menumbuhkan Karakter Qur’ani dan Tanggung Jawab Santri
Ujian dilaksanakan di berbagai ruang ujian di lingkungan pondok dengan pengawasan ketat dari asatidz. Para santri dibagi ke dalam kelompok kecil, sebagian menyetorkan secara berkelompok, sebagian lainnya secara individu menyesuaikan target masing-masing.
Tasmi’ menjadi ajang latihan kejujuran, kedisiplinan, dan ikhlas dalam menjaga hafalan. Santri tidak hanya diuji secara akademik, namun juga spiritual. Mereka diajarkan untuk bertanggung jawab atas ayat-ayat yang telah mereka hafal.
Dengan suasana yang kondusif dan penuh ketenangan, santri dapat fokus dalam menyetorkan hafalan. Ujian ini juga membentuk mental kuat dan keberanian menghadapi audiens, tantangan yang menjadi bagian dari pembelajaran karakter Qur’ani.
“Bukan hal mudah menyetorkan hafalan tanpa kesalahan. Tapi ini justru menjadi pelatihan mental yang sangat penting bagi santri,” tambah salah satu penguji.
Hasil dari ujian tasmi’ ini menjadi salah satu indikator evaluasi tahunan dan menentukan kesiapan santri untuk naik ke jenjang tahfidz selanjutnya. Dengan adanya tasmi’, Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Andalusia berharap bisa mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga kuat secara karakter dan akhlak.

Leave A Comment